Informasi Wilayah
Desa Adat Sumerta berada di Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar. Sumerta memiliki sejarah Sumerta Gede, Karya Utama 2026 dan jejaring budaya dengan Tanjung Bungkak–Pagan.
Identitas dan Potensi
Desa Adat Sumerta berada di Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar. Dinas Kebudayaan Kota Denpasar mencatat 35 Desa Adat aktif di empat kecamatan. Basis LoveBali memuat Denpasar Utara 10, Denpasar Timur 12, Denpasar Selatan 11 dan Denpasar Barat 2.
Denpasar Timur memiliki lapisan sejarah yang kuat melalui Kesiman, Penatih, Sumerta dan sejumlah desa adat yang berkembang dari wilayah lama tersebut. Tradisi Ngerebong, jaringan pura, subak, seni pertunjukan dan struktur banjar hidup berdampingan dengan kawasan permukiman dan jasa. Pengayaan profil diarahkan pada sejarah lokal, hubungan antar-Desa Adat, Parahyangan, seni, pendidikan budaya, ekonomi krama dan ruang hijau/subak.
Desa Adat Sumerta memiliki hubungan historis dengan wilayah Sumerta Gede. Pada Karya Utama tahun 2026 di Pura Kahyangan dan Mrajapati, Bendesa Adat menjelaskan bahwa Sumerta Gede dahulu mencakup sekitar 21 Banjar Adat dan pelaksanaan karya melibatkan dukungan warga Tanjung Bungkak dan Pagan.
Rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih dan Tawur Agung menjadi tonggak penting karena disebut baru pertama kali dilaksanakan dalam skala tersebut setelah puluhan tahun. Kegiatan juga menampilkan Gong Lelambatan, Gambelan Wali, Wayang, Baris Gede dan Topeng Wali.
Profil Sumerta diarahkan pada sejarah Sumerta Gede, jejaring desa adat, pura, seni serta perubahan ruang perkotaan.
Potensi yang Telah Dicatat
Mamungkah, Ngenteg Linggih dan Tawur Agung menjadi tonggak penting Desa Adat.
Sumber 2026 menyebut wilayah historis Sumerta Gede sekitar 21 Banjar Adat dan hubungan dengan Tanjung Bungkak/Pagan.
Karya dimeriahkan Gong Lelambatan, Wayang, Baris Gede dan Topeng Wali.